Arsip Kategori: Cerpen

Mimpi Pimnas Raih Emas (eMPiRE) #1

15/01/2015

Lima belas hari sudah tahun ini berganti, hoaaaam 😮 sambil menghela nafas panjang akupun mulai memejakan mata, yak malam ini pukul 23.00 baru saja aku menyelesaikan sebuah kesalahpahaman yang berat bersama icha, sang putri yang memenuhi setiap sudut hatiku beberapa bulan terakhir ini 🙂

Beep Beep Beep, ponsel lipat brand Samsuang yang lagi booming satu windu terakhir ini, bergetar tepat didepan wajahku, agaknya ada sebuah pesan penting yang dikirim seseorang padaku, mengingat malam telah begitu larut.

Mat, buka FB, liat apa yang terjadi di profile lo sekarang !
*apaan ? gw ngantuk, besok aje lah -_-
– sompret, bangun woi, udah tidur aje lu, buka sekarang deh, kagak bakal nyesal deh (y) !
* hmmmm :3 iye iye, bawel -_-

Dengan mata yang mulai berat, akupun mencoba log-in akun FaceBook saat itu juga, lalu aku langsung membuka pemberitahuan dan melihat beberapa pesan masuk yang ada saat itu, seketika mata ini berontak dan siap keluar dari sarangnya. Yak, Diana, anggota tim PKM-ku tahun ini, memberi kabar bahwa proposal kami didanai oleh Dikti. OMG, ini adalah salah satu hal menggembirakan di awal tahun 2015. Namun, ternyata ketakutan dan bayang-bayang kelam mulai menjamah pikiranku saat itu juga, PKM ? Jebol ? lalu bagaimana kegiatan organisasi ku ? Kuliahku yang hancur berantakan, karna terang saja delapan hari setelah malam itu, aku mengetahui bahwa IPK ku hanya 1.91, astaghfirullah. Kesibukan dan kegagalan dalam me-manage waktu adalah kunci kelalaian tahun lalu.

Kini semua mulai membuat hatiku miris, aku tau betapa berharapnya diana akan suksesnya proposal yang kami ajukan ini. Ingin saja kukatakan aku tidak siap, karna lebih dari pada itu, aku juga menjadi Anggota BEM Fakultas di tahun ini, astaga, benarkah kehancuran nilaiku terjadi lagi tahun ini ? :/ satu hal lain yang ikut-ikutan membebani pikiran ku, ialah bagaimana caraku membayar uang kuliah semester ini. Aku adalah seorang mahasiswa Bidik Misi yang gagal, aku kehilangan beasiswa ini ditahun kedua kuliah perkuliahan. Nah, bukan kah seharusnya aku mulai berfikir untuk mencari kerja ? ya kan ? uang dari mana ? 😥 Oh tuhan, Mengapa semua bertumpu di satu titik yang lemah ?

Setelah akhirnya aku mencoba untuk mencari inspirasi dan menanyakan pendapat banyak orang, termasuk orang yang aku sayangi , Mamah, Icha, mereka selalu mendukung apapun keputusanku, langkah ku, dan pemikiranku. Juga ketulusan rekanku Diana yang juga menjadi kakak bagiku dikampus. Kini, akupun siap bergerak menuju PIMNAS XVIII. Ada banyak orang yang mendukung dan memberiku semangat, teman-teman organisasi BSKO, senior BSKO, dan rekan-rekan seangkatan, semua, semuanya sudah cukup membuat seorang putra minang ber-inisial ROHMAT SYAHRIN ini, 😀 untuk terus maju pantang menyerah. 😉

catatan pertama menuju pimnas XVIII.

Iklan